Aneh tapi nyata: The Reds belum kalah di Premier League sepanjang 2026, tapi juga… belum menang. Di atas kertas itu terdengar seperti prestasi. Di ruang ganti, itu justru jadi tekanan. Empat laga beruntun berakhir imbang membuat Liverpool datang ke Vitality Stadium bukan sekadar untuk bertanding, melainkan untuk membuktikan bahwa mereka masih tahu cara menyelesaikan pekerjaan.
Disiarkan live di Website Maniaslot pada Sabtu dini hari, 25 Januari 2026 pukul 00.30 WIB, laga Bournemouth vs Liverpool akan jadi panggung yang menarik. Bukan duel papan atas, tapi justru tipe pertandingan yang sering menentukan arah musim. Di sinilah The Reds diuji: apakah mereka sekadar tim yang “sulit dikalahkan”, atau masih punya insting pembunuh untuk mengamankan tiga poin.
Buat fans yang doyan Liga Inggris, jangan lupa baca juga Prediksi Man. City vs Wolves Versi Maniaslot
Tekanan di Balik Rekor Tak Terkalahkan The Reds

Liverpool memang belum tersentuh kekalahan dalam 13 laga terakhir di semua kompetisi. Angka yang terdengar meyakinkan. Tapi kalau ditarik lebih dekat, ada satu detail yang mengganggu: empat laga liga terakhir semuanya berakhir imbang.
Hasil 1-1 kontra Burnley pekan lalu terasa seperti deja vu. Dominan, menciptakan peluang, unggul lebih dulu—lalu kehilangan fokus. Pola yang sama berulang. Konsistensi ada, ketajaman belum sepenuhnya kembali.
Namun, satu hal yang tetap jadi pembeda adalah rekor tandang. The Reds belum kalah di laga tandang sejak dihajar Manchester City 3-0 pada November lalu. Artinya, secara mental, Liverpool relatif stabil saat bermain jauh dari Anfield.
Di sinilah banyak pembaca Situs Prediksi ManiaBola melihat peluang: tren imbang memang nyata, tapi rekor tandang dan kualitas skuad masih condong ke tim tamu.
Bournemouth: Inkonsisten, Tapi Jangan Diremehkan
Di sisi lain, Bournemouth datang dengan kondisi yang tidak ideal. Hasil imbang 1-1 melawan Brighton menunjukkan mereka masih berjuang mencari konsistensi. Dari 14 pertandingan terakhir di semua kompetisi, The Cherries hanya mencatat satu kemenangan.
Klasemen juga tidak memihak. Bournemouth kini berada di peringkat ke-15, terpaut sembilan poin dari Liverpool. Namun sepak bola Inggris jarang soal angka semata. Bermain di kandang, di bawah lampu Vitality Stadium, Bournemouth punya satu modal penting: tidak ada beban.
Hilangnya Antoine Semenyo yang kini berseragam Manchester City jelas mengurangi daya gedor. Ditambah badai cedera yang menimpa beberapa pemain kunci, Bournemouth lebih banyak mengandalkan transisi cepat dan momen bola mati.
Situasi seperti ini sering kali jadi jebakan klasik bagi tim besar. Itulah sebabnya Situs Prediksi ManiaBola tidak pernah memosisikan laga ini sebagai “walk in the park” untuk Liverpool.
Head-to-Head: Dominasi The Reds
Jika sejarah diberi suara, ia akan berbisik cukup jelas ke telinga Liverpool. The Reds memenangkan 12 dari 13 pertemuan terakhir melawan Bournemouth di Premier League. Musim ini saja, Liverpool menang 4-2 di pertemuan pertama.
Total 52 gol sudah bersarang di gawang Bournemouth dari Liverpool, angka tertinggi yang pernah mereka terima dari satu klub, sejajar dengan Manchester City. Statistik ini bukan sekadar trivia; ini adalah pola.
Namun, sepak bola modern selalu punya catatan kaki: tren bisa dipatahkan, tapi hanya jika lawannya lengah.
Kabar Tim: Salah Kembali, Bournemouth Kehilangan Banyak
Kabar baik datang dari kubu Liverpool. Mohamed Salah diprediksi kembali ke starting XI usai menyelesaikan tugas internasional. Kehadirannya bukan hanya soal gol, tapi juga gravitasi permainan, dan bek lawan otomatis lebih dalam, ruang untuk lini kedua terbuka.
Ibrahima Konaté juga kemungkinan tersedia, memperkuat lini belakang yang belakangan cukup solid. Sementara Federico Chiesa masih bermasalah dengan cedera, dan beberapa nama seperti Conor Bradley masih menepi.
Bournemouth justru sebaliknya. Marcus Tavernier dipastikan absen cukup lama, menyusul daftar cedera yang sudah diisi oleh Enes Ünal, David Brooks, Tyler Adams, hingga Justin Kluivert. Amine Adli memang berpeluang tampil, tapi jelas tidak dalam kondisi 100 persen.
Dengan kondisi ini, banyak analis di Situs Prediksi Maniaslot menilai Bournemouth akan bermain dengan lebih pragmatis: blok rendah, serangan balik cepat, dan berharap Liverpool kembali terpeleset di momen krusial.
Pertarungan sesungguhnya ada di lini tengah. Jika Liverpool mampu mengontrol tempo sejak awal, memaksa Bournemouth bertahan terlalu dalam, peluang gol akan datang cepat atau lambat.
Masalahnya, Liverpool kerap terlalu nyaman mendominasi tanpa urgensi. Di sinilah peran pemain seperti Salah menjadi vital: memaksa situasi, bukan menunggu momen.
Bournemouth, sebaliknya, akan hidup dari kesalahan kecil. Satu salah umpan, satu duel kalah, bisa jadi peluang emas. Situs Maniaslot menilai laga ini cenderung terbuka di babak kedua, fase yang sering jadi titik balik Liverpool musim ini.
Prediksi Skor Maniaslot
Melihat data, tren, dan konteks laga, Vitality Stadium memang bukan tempat ramah. Tapi kualitas individual dan kedalaman skuad The Reds tetap berada satu level di atas.
Prediksi Skor Liverpool vs Bournemouth:
Bournemouth 1 – 3 Liverpool
Liverpool berpeluang mencetak gol lebih dulu, Bournemouth sempat membalas, sebelum kualitas lini depan tim tamu berbicara di paruh kedua.
Saatnya The Reds Mengakhiri Tren Imbang
Empat hasil seri memang membangun frustrasi, tapi juga menyimpan potensi ledakan. Jika ada waktu yang tepat untuk mengakhiri cerita “tak terkalahkan tapi tak menang”, laga ini adalah momennya.
Bournemouth akan melawan, stadion akan bergemuruh, tapi The Reds datang dengan target jelas: tiga poin, bukan sekadar pulang dengan reputasi.
Buat kamu yang ingin menonton pertandingan Liga Inggris gratis, cek prediksi bola dan mix parlay langsung aja login ke Maniaslot, platform hiburan online yang sudah dipercaya jutaan fans bola di Indonesia.
