Tak ada drama, tak ada ruang untuk kejutan. Semifinal Piala Super Spanyol 2026 berubah menjadi panggung dominasi total Barcelona. Menghadapi Athletic Club di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB, Barcelona menang telak 5-0 dan memastikan satu tempat di partai final.
Sejak peluit awal, arah pertandingan sudah jelas. Barcelona langsung menekan dengan tempo tinggi, memaksa Athletic bertahan dalam blok rendah tanpa solusi. Empat gol tercipta di babak pertama, sebelum satu gol tambahan di paruh kedua menutup malam panjang bagi wakil Basque. Simak highlights dan ulasan lengkap pertandingannya di Website ManiaBola!
Athletic Club vs Barcelona:
Rekor Baru dan Malam Bersejarah Blaugrana
Kemenangan besar ini tak sekadar mengantar Barcelona ke final. Hasil 5-0 langsung tercatat sebagai rekor baru: belum pernah ada tim yang menang dengan margin lima gol dalam satu pertandingan Piala Super Spanyol.
Lebih dari itu, performa individu para pemain juga mencuri perhatian. Untuk pertama kalinya sejak setidaknya musim 2010/2011, tiga pemain terlibat langsung dalam tiga gol di satu laga Supercopa. Fermin Lopez mencatat satu gol dan dua assist. Raphinha menambahkan dua gol dan satu assist. Roony Bardghji melengkapi pesta dengan satu gol dan dua assist.
Produktivitas kolektif ini menegaskan efektivitas struktur serangan Barcelona. Empat pemain berbeda mencatatkan nama di papan skor, sebuah cerminan tim yang tidak bergantung pada satu sumber gol.
Babak Pertama: Dominasi Tanpa Ampun

Sejak menit awal semifinal Barcelona vs Athletic Club, permainan mengalir ke satu arah. Pedri dan Frenkie de Jong menguasai lini tengah, memberi fondasi sempurna bagi serangan cepat dan vertikal.
Athletic nyaris tak mampu keluar dari tekanan. Setiap upaya membangun serangan terhenti oleh pressing agresif dan pergerakan tanpa bola yang cerdas. Gol-gol Barcelona lahir dari beragam skema: penyelesaian Fermin memanfaatkan umpan silang Raphinha, hingga tembakan keras Raphinha ke atap gawang yang membuat publik terpukau.
Kesalahan kiper Unai Simon yang berujung gol Roony Bardghji semakin memperburuk keadaan. Di titik itu, kepercayaan diri Athletic runtuh. Skor 4-0 di akhir babak pertama terasa sepenuhnya pantas, mencerminkan perbedaan kualitas dan kesiapan kedua tim.
Babak Kedua: Kontrol, Bukan Sekadar Menyerang

Barcelona tak mengendur di awal babak kedua. Raphinha mencetak gol keduanya melalui kemelut di kotak penalti untuk mengubah skor menjadi 5-0. Setelah itu, tempo pertandingan perlahan diturunkan.
Pelatih Hansi Flick mulai merotasi pemain, memberi menit istirahat bagi beberapa andalan. Athletic juga melakukan pergantian, tetapi perubahan itu tak cukup untuk mengubah arah laga.
Peluang terbaik Athletic hadir melalui Unai Gomez dalam situasi satu lawan satu. Namun, kesempatan itu terbuang dan menutup peluang kebangkitan. Peluit akhir menandai malam sempurna Barcelona, yang kini menunggu pemenang semifinal lain antara Real Madrid atau Atletico Madrid dengan kepercayaan diri sangat tinggi.
Pedri dan Sepak Bola Sederhana yang Mematikan
Salah satu sorotan utama semifinal ini adalah kembalinya Pedri ke starting XI. Kehadirannya langsung mengubah kualitas penguasaan bola Barcelona. Alur serangan mengalir lebih rapi, ritme permainan terjaga, dan struktur pertahanan ikut lebih stabil.
Pedri mungkin tak mencetak gol, tetapi sentuhannya menjadi pengikat segalanya. Ia bergerak ringan, menemukan ruang, dan selalu memilih umpan paling tepat dan tanpa tergesa-gesa. Filosofi Johan Cruyff terasa hidup kembali: bermain sepak bola itu sederhana, namun bermain sederhana di level tertinggi adalah hal tersulit.
Di laga ini, Pedri menerjemahkan filosofi itu dengan hampir tanpa cela. Lini tengah Barcelona berada dalam kendalinya, membuat permainan Blaugrana terasa dewasa, efisien, dan mematikan.
Menuju Final dengan Keyakinan Penuh
Kemenangan 5-0 di semifinal bukan hanya soal skor besar, melainkan pernyataan. Barcelona menunjukkan kesiapan, kedalaman skuad, dan kematangan taktik yang membuat mereka layak difavoritkan di partai puncak.
Bagi penggemar sepak bola Spanyol, inilah momen yang paling ditunggu, El Clasico Real Madrid vs Barcelona di Final Piala Super Spanyol, tonton live, dan pantau analisis dan prediksi skor lengkap di ManiaBola. Jika performa ini berlanjut, Blaugrana tampak siap menutup Supercopa dengan satu tangan di atas trofi.
