Gerard Pique sindir Arbeloa dan jujur saja, tidak ada yang lebih “Copa del Rey” daripada ini. Di saat banyak orang berharap era baru Real Madrid dibuka dengan optimisme, yang terjadi justru sebaliknya: kekalahan dramatis, keputusan kontroversial, dan satu unggahan emoji dari mantan kapten Barcelona yang langsung menyulut api lama. Kontradiktif? Banget. Mengejutkan? Jelas. Tapi itulah sepak bola, dan kita semua tahu, drama adalah bahan bakarnya.
Debut Alvaro Arbeloa sebagai pelatih Real Madrid berakhir pahit setelah Los Blancos tumbang 3–2 dari Albacete di babak 16 besar Copa del Rey. Bukan hanya kalah, tapi kalah dari tim yang di atas kertas harusnya bisa diatasi dengan mudah. Di sinilah sindiran dan ledekan terdengar kencang.
Gol, Harapan, dan Pukulan Terakhir Albacete Untuk Arbeloa
Albacete memimpin lebih dulu lewat Javi Villar, Madrid membalas melalui Franco Mastantuono, lalu drama memuncak di menit-menit akhir. Dua gol Jefte Betancor, termasuk gol penentu kemenangan berhasil menghantam mental Madrid tepat di jantungnya. Gonzalo Garcia sempat memberi harapan di menit 90+1, tapi harapan itu hidup sebentar saja. Dua menit kemudian, lampu stadion seolah padam bagi Madrid.
Bagi suporter netral, ini tontonan. Bagi Madridista, ini mimpi buruk. Dan bagi Gerard Pique? Ini momen nostalgia.
Pique, Emoji, dan Sejarah yang Tak Pernah Benar-Benar Usai
Tak lama setelah peluit akhir, Pique mengunggah emoji tertawa sampai menangis dan sebuah kerucut lalu lintas, referensi klasik “El Cono” yang dulu ia sematkan pada Arbeloa. Tidak ada caption panjang, tidak ada analisis. Cukup satu simbol, dan pesan tersampaikan. Di era media sosial, satu emoji bisa lebih tajam daripada satu kolom opini.
Apakah ini sekadar bercanda? Mungkin. Tapi di rivalitas Barcelona–Madrid, “bercanda” seringkali adalah bentuk lain dari perang psikologis. Dan Pique tahu betul caranya menekan tombol yang tepat.
Rotasi, Keputusan Besar, dan Risiko yang Terlalu Dini Arbeloa

Arbeloa melakukan rotasi signifikan. Jude Bellingham dan Kylian Mbappe absen. Vinicius Junior diturunkan. Arda Guler dan Mastantuono diberi panggung. Di atas kertas, ini berani. Di lapangan, ini jadi bumerang. Ketika hasil tak berpihak, keputusan berani selalu terlihat ceroboh dan itulah hukum tak tertulis sepak bola.
Arbeloa, dengan sikap ksatria, tidak mencari kambing hitam. Ia mengakui tanggung jawab penuh. Di klub seperti Real Madrid, hasil imbang saja bisa terasa seperti kegagalan. Apalagi kekalahan dari tim kasta bawah. Pernyataan ini, jujur saja, terdengar dewasa. Tapi publik Madrid menuntut lebih dari sekadar kedewasaan; mereka menuntut piala.
Menariknya, Arbeloa ditunjuk hanya dua hari sebelum laga. Waktu persiapan minim, ekspektasi maksimal. Kombinasi yang jarang berakhir manis. Kekalahan ini membuat Madrid kini fokus di LaLiga dan Liga Champions, dua kompetisi yang menuntut konsistensi dan ketahanan mental jauh lebih besar.
Kenapa Drama Seperti Ini Selalu Menarik?
Karena sepak bola bukan hanya soal taktik dan skor. Ia tentang ego, sejarah, dan emosi yang tak pernah benar-benar padam. Pique dan Arbeloa membawa beban masa lalu ke masa kini. Madrid membawa ambisi ke setiap laga. Dan publik ata kita semua yang menjadi saksi sekaligus juri.
Kekalahan Madrid ini akan memengaruhi jadwal, rotasi, dan pendekatan mereka di laga berikutnya. Bagi pembaca yang ingin selangkah lebih maju, membaca prediksi dan mix parlay bukan lagi soal “nebak-nebak,” tapi soal membaca tanda. Itulah kenapa banyak fans mulai menjadikan Situs Prediksi ManiaBola sebagai referensi harian yang terpercaya untuk baca prediksi dan menyusun mix parlay, atau sekadar menikmati analisis sebelum kick-off.
Bahkan untuk kamu yang cuma ingin nonton tanpa ribet, ada opsi nonton pertandingan tim favorit gratis tinggal login di ManiaBola. Satu akun, banyak liga, tanpa drama… setidaknya di luar lapangan.
Apa Selanjutnya untuk Arbeloa dan Real Madrid?
Tekanan akan meningkat. Media akan menajam. Setiap keputusan Arbeloa akan diperiksa dengan kaca pembesar. Dan ya, setiap hasil buruk akan selalu diikuti bayangan emoji dari Pique, setidaknya di imajinasi publik. Tapi sepak bola selalu memberi kesempatan kedua. Bahkan ketiga.
Untuk Madridista di Indonesia yang mau ikutin terus update tim kesayanganmu langsung login ke Maniabola sumber berita paling terpercaya!
Pada akhirnya, Gerard Pique sindir Arbeloa hanyalah satu episode dari serial panjang bernama sepak bola. Ada tawa, ada kekecewaan, ada harapan baru. Dan kita semua tinggal nikmatin kadang dengan kopi, kadang dengan emosi.
Kalau kamu ingin nonton highlights, livestream pertandingan liga dunia, sampai prediksi skor dan mix parlay akurat, langsung saja ke Situs Prediksi ManiaBola yang sudah dipercaya jutaan fans bola di Indonesia. Tinggal login, pilih pertandingan favorit, dan nikmati bola dengan cara yang lebih seru, karena di sepak bola, drama boleh terjadi, tapi keseruan harus terus jalan.
