Pagi Senin di Old Trafford berubah menjadi momen yang menegangkan. Manchester United resmi memecat Ruben Amorim kurang dari 24 jam setelah setelah hasil imbang 1-1 kontra Leeds United. Namun, yang membuat kabar ini meledak bukan sekadar hasil di lapangan. Amorim dituding sengaja memicu konflik internal dengan berselisih dengan petinggi klub dan menciptakan kebingungan taktis demi “memuluskan” kepergiannya dari klub.
Di Premier League, hasil buruk bisa ditoleransi sesaat. Tapi ketika ruang ganti berisik dan arah taktik kabur, alarm berbunyi lebih kencang. Bagi fans yang mengikuti dinamika United dari lama baik lewat Situs Maniabola, nonton highlights, hingga memantau prediksi pertandingan, keputusan ini terasa seperti ujung dari ketegangan yang sudah lama mengendap.
United Ambil Langkah Tegas Untuk Ruben Amorim

Pemecatan Amorim datang setelah 14 bulan masa kerja yang penuh turbulensi. Laporan media Inggris menyebut ketegangan meningkat berminggu-minggu, terutama soal kebijakan transfer Januari. Amorim merasa tidak mendapat dukungan yang diharapkan dan menegaskan dirinya adalah “manajer” dengan otoritas penuh, bukan sekadar “pelatih kepala” yang harus patuh pada struktur direktur sepak bola dan rekrutmen.
Situasi memuncak usai laga melawan Leeds. Amorim secara terbuka mengkritik manajemen, sebuah langkah yang diyakini mempercepat keputusan klub. Dari sudut pandang United, ini bukan lagi soal satu hasil imbang, melainkan soal kepemimpinan dan kendali.
Catatan Buruk Ruben Amorim
Secara angka, masa jabatan Amorim meninggalkan catatan yang tak ramah. Ia hanya memenangi 24 dari 63 pertandingan di semua kompetisi, rekor terendah manajer permanen United di era Premier League. Musim lalu, United finis di posisi ke-15 (terendah mereka), meski sempat melaju ke final Liga Europa sebelum kalah dari Tottenham.
Musim ini, United memang berada di urutan keenam. Namun, klub menilai tidak ada bukti kemajuan signifikan atau evolusi taktis dari sistem 3-4-3 yang kaku. Di level tertinggi, “stabil tapi stagnan” sering dianggap sama buruknya dengan “buruk”.
Perubahan Taktik yang Membingungkan
Sorotan tajam mengarah ke keputusan teknis jelang laga. Laporan menyebut Amorim memberikan team talk pra-pertandingan yang tidak meyakinkan. Lebih problematis lagi, ia mengubah rencana di menit-menit akhir menjelang laga dengan kembali ke tiga bek setelah skuad berlatih dengan empat bek sepanjang pekan.
Dalam pertemuan dengan direktur sepak bola Jason Wilcox, Amorim disebut tampak ragu saat menjelaskan perubahan itu. Para pemain terkejut. Kebingungan di lapangan pun tak terhindarkan. Di klub sebesar United, sinyal “tidak pegang kendali” adalah garis merah.
Di fase-fase krusial seperti ini, detail kecil pertandingan seperti formasi, peran, timing kerap menentukan. Tak heran kalo banyak fans coba cari insight lain tentang pertandingan hingga mengikuti prediksi skor dan parlay di Situs Prediksi ManiaBola, yang udah dipercaya jutaan fans bola di Indonesia.
Darren Flatcher Akan Gantikan Ruben Amorim Sementara

Legenda klub Darren Fletcher ditunjuk sebagai pelatih sementara. Sementara itu, tugas berat menanti: memilih bos baru. Mantan staf Sir Alex Ferguson, Rene Meulensteen, mengingatkan agar United tak tergesa-gesa. Menurutnya, klub butuh sosok dengan pedigree juara, pemahaman Premier League, karisma kuat, dan visi jelas, bukan sekadar pengisi kekosongan.
Pernyataan ini menyentuh inti persoalan: pergantian pelatih bukan hanya soal nama, tetapi tentang arah. Apakah United hanya ingin mengejar hasil instan atau mau membangun identitas yang konsisten?
Bursa Panas Kursi Old Trafford
Daftar kandidat mulai beredar. Enzo Maresca (yang juga baru dipecat Chelsea) masuk radar. Gareth Southgate disebut-sebut. Oliver Glasner, dengan kontrak yang akan habis, dan Unai Emery yang sukses membangun Aston Villa juga dikaitkan dengan Setan Merah. Dalam 48 jam, United akan bertandang ke Burnley; keputusan cepat atau tidak, tekanan tetap berjalan.
Reaksi Ruang Ganti
Sementara di ruang ganti, respons dari pemain datang dengan cepat. Harry Maguire mengunggah pesan terima kasih dan doa terbaik. Bruno Fernandes menyusul dengan ucapan singkat. Mason Mount, Amad Diallo, Diogo Dalot, hingga Matthijs de Ligt menyampaikan pesan serupa. Isyaratnya jelas: pintu sudah tertutup, halaman baru akan dibuka.
Catatan Akhir
Pemecatan Ruben Amorim menandai episode lain dari perjalanan United yang belum stabil. Tuduhan “mengacaukan keadaan” memperkeruh cerita, namun bagi klub, keputusan ini adalah tentang kontrol dan arah klub kedepan. Bagi fans, ini tentang harapan: kapan Manchester United kembali ke jalurnya?
Biar ga ketinggalan semua cerita dari nonton highlights, livestream pertandingan liga dunia, hingga memantau prediksi skor dan parlay langsung aja login ke Website ManiaBola Official!
