Stadion Utama Gelora Bung Karno kembali hidup. Senin malam itu, ribuan Jakmania datang bukan sekadar menonton bola, tapi merayakan keyakinan bahwa Persija Jakarta masih sangat layak bersaing di papan atas liga.
Dan Persija tampil dengan tidak mengecewakan.
Menghadapi Bhayangkara FC dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026, Macan Kemayoran tampil percaya diri dan menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 3-0. Skor yang bukan hanya penting di klasemen, tapi juga menenangkan suasana setelah hasil kurang maksimal di laga sebelumnya.
GBK, Rumah yang Selalu Memberi Energi

Ada sesuatu yang selalu berbeda ketika Persija bermain di GBK. Atmosfernya terasa lebih hidup. Sorakan Jakmania bukan sekadar nyaring, tapi konsisten. Dari menit awal sampai peluit akhir.
Meski Persija kali ini tampil tanpa kehadiran langsung pelatih kepala Mauricio Souza di sisi lapangan, permainan mereka tetap rapi. Tidak terburu-buru, tidak panik, dan tahu kapan harus menekan.
Bhayangkara FC sendiri sebenarnya tidak datang untuk menyerah. Tim tamu bermain cukup disiplin di babak pertama. Mereka menumpuk pemain di lini tengah dan belakang, membuat Persija harus bekerja ekstra untuk mencari celah.
Dan memang, babak pertama berjalan tidak mudah.
Penalti yang Mengubah Segalanya

Ketika laga terlihat akan masuk ke ruang ganti dengan skor kacamata, momen krusial datang di menit akhir babak pertama. Pelanggaran Nehar Sadiki terhadap Eksel Runtukahu di kotak penalti menjadi titik balik pertandingan.
Allano yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan tenang. Bola masuk, kiper terkecoh, GBK meledak.
Gol ini terasa penting, bukan hanya di papan skor, tapi juga secara mental. Persija masuk ke ruang ganti dengan keunggulan, sementara Bhayangkara FC harus mengubah rencana permainan.
Bagi pengamat bola, momen seperti ini sering jadi pembeda. Dan di laga Persija Jakarta vs Bhayangkara FC, penalti itu memang jadi kunci.
Babak Kedua Milik Persija Jakarta

Memasuki babak kedua, Bhayangkara FC mencoba bermain lebih terbuka. Mereka ingin mengejar ketertinggalan. Namun, risiko itu justru membuka ruang bagi Persija.
Gol kedua datang di menit ke-62. Umpan tarik dari Tubarao sebenarnya masih bisa diamankan, tetapi salah antisipasi Putu Gede membuat bola justru masuk ke gawang sendiri. Situasi yang tidak diinginkan, tapi kerap terjadi saat tekanan meningkat.
Persija semakin nyaman mengontrol permainan. Tidak terburu-buru menyerang, tapi tetap berbahaya.
Puncaknya hadir di menit ke-78. Jordi Amat, yang dikenal sebagai bek, justru mencuri perhatian lewat sepakan keras dari luar kotak penalti. Tendangan yang dilepasnya meluncur deras dan tak mampu dijangkau Aqil Savik.
Gol indah. Gol yang menutup pertandingan. Dan gol yang membuat Jakmania benar-benar berpesta.
Kemenangan Penting Untuk Persija Jakarta
Skor 3-0 memang terlihat meyakinkan. Tapi bagi Persija Jakarta, kemenangan ini punya arti lebih dalam.
Tiga poin ini membawa Persija naik ke peringkat ketiga klasemen sementara. Lebih penting lagi, hasil ini mengembalikan rasa percaya diri tim bahwa mereka masih sangat kompetitif untuk putaran berikutnya.
Ricky Nelson, yang mendampingi tim di laga ini, mengakui bahwa Persija sempat kesulitan di babak pertama. Namun ia juga menegaskan bahwa penalti tersebut mengubah jalannya pertandingan.
Setelah unggul, Persija bermain lebih lepas. Ruang terbuka, transisi lebih lancar, dan peluang bisa dimaksimalkan.
Momentum Kebangkitan Persija Jakarta
Kemenangan Persija Jakarta di GBK ini bukan cuma soal skor, tapi juga soal momentum. Permainan rapi, mental terjaga, dan dukungan penuh Jakmania jadi modal penting untuk laga-laga berikutnya.
Buat yang ingin terus mengikuti update terbaru dunia sepak bola, mulai dari hasil pertandingan, klasemen, sampai prediksi mix parlay terlengkap dari liga sepakbola terbaik di dunia, Situs Prediksi Maniabola bisa jadi referensi. Informasinya update, prediksinya real time, akurat, dan sudah dipercaya banyak penggemar bola di Indonesia.
Karena menikmati sepak bola memang lebih seru kalau tahu cerita lengkapnya, bukan sekedar hasil akhirnya.
